RANCANG
PADUAN BAJA TAHAN KARAT DUPLEKS DARI BAHAN BAKU FERONIKEL
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-04-16
10:36:48
Oleh : RUDYANTO SIHOTANG (NIM 12103057), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Keyword : Baja Tahan Karat Dupleks, Diagram Schaeffler, Ferit, Austenit, Sigma
Oleh : RUDYANTO SIHOTANG (NIM 12103057), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Keyword : Baja Tahan Karat Dupleks, Diagram Schaeffler, Ferit, Austenit, Sigma
Kebutuhan industri untuk
pemakaian baja tahan karat semakin meningkat akhir-akhir ini. Salah
satu jenisbaja tahan karat yang menarik untuk diteliti dan dikembangkan
adalah baja tahan karat dupleks. Bajatahan karat dupleks
merupakan jenis baja tahan tahan karat yang memiliki dua fasa yaitu
ferit dan austenit.
Diperlukan ilmu metalurgi yang
cermat untuk dapat merancang baja tahan karat dupleks. Dalam hal ini
digunakan diagram Schaeffler sebagai diagram perancangan untuk membuat jenis baja ini.
Informasi mengenai pengaruh unsur-unsur pemadu terhadap perubahan fraksi volume
fasa ferit dan austenit akan sangat berguna untuk disain pembuatan baja tahan
karat dalam penggunaan skala industri. Perlakuan panas isotermal dan
anisotermal juga dilakukan pada temperatur 400oC, 600oC, 800oC dengan waktu
penahanan 1, 3, dan 6 jam untuk mempelajari tingkat perubahan struktur mikro
paduan as cast dan untuk mengidentifikasi fasa sigma (fasa merugikan) yang
muncul pada paduan.
Dari hasil pembahasan pada
data-data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa paduan 2 (28.74% ferit),
paduan 3 (58.52% ferit), dan paduan 4 (80.93% ferit) merupakan jenis baja tahan
karat dupleks yang berhasil dilakukan, sedangkan paduan 1 (10.18% ferit)
cenderung merupakan jenis baja tahan karat austenitik. Penurunan
fraksi volume ferit sebanding dengan: penurunan rasio Cr/Ni, peningkatan
temperatur pemanasan, dan lamanya waktu pemanasan. Fasa sigma muncul pada
temperatur 800 oC, sedangkan pada temperatur 400oC dan 600oC fasa sigma tidak
muncul.
