Translate

Senin, 01 Desember 2014


RANCANG PADUAN BAJA TAHAN KARAT DUPLEKS DARI BAHAN BAKU FERONIKEL
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-04-16 10:36:48
Oleh : RUDYANTO SIHOTANG (NIM 12103057), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword : Baja Tahan Karat Dupleks, Diagram Schaeffler, Ferit, Austenit, Sigma
Kebutuhan industri untuk pemakaian baja tahan karat semakin meningkat akhir-akhir ini. Salah satu jenisbaja tahan karat yang menarik untuk diteliti dan dikembangkan adalah baja tahan karat dupleks. Bajatahan karat dupleks merupakan jenis baja tahan tahan karat yang memiliki dua fasa yaitu ferit dan austenit.
Diperlukan ilmu metalurgi yang cermat untuk dapat merancang baja tahan karat dupleks. Dalam hal ini digunakan diagram Schaeffler sebagai diagram perancangan untuk membuat jenis baja ini. Informasi mengenai pengaruh unsur-unsur pemadu terhadap perubahan fraksi volume fasa ferit dan austenit akan sangat berguna untuk disain pembuatan baja tahan karat dalam penggunaan skala industri. Perlakuan panas isotermal dan anisotermal juga dilakukan pada temperatur 400oC, 600oC, 800oC dengan waktu penahanan 1, 3, dan 6 jam untuk mempelajari tingkat perubahan struktur mikro paduan as cast dan untuk mengidentifikasi fasa sigma (fasa merugikan) yang muncul pada paduan.
Dari hasil pembahasan pada data-data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa paduan 2 (28.74% ferit), paduan 3 (58.52% ferit), dan paduan 4 (80.93% ferit) merupakan jenis baja tahan karat dupleks yang berhasil dilakukan, sedangkan paduan 1 (10.18% ferit) cenderung merupakan jenis baja tahan karat austenitik. Penurunan fraksi volume ferit sebanding dengan: penurunan rasio Cr/Ni, peningkatan temperatur pemanasan, dan lamanya waktu pemanasan. Fasa sigma muncul pada temperatur 800 oC, sedangkan pada temperatur 400oC dan 600oC fasa sigma tidak muncul.

KETAHANAN LEKUK DINAMIS PADA ALUMINIUM SERI 2XXX DAN BAJA KARBON RENDAH
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-02-17 19:43:29
Oleh : SETO BRAMONO (NIM 13700033), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Ketahanan lekuk dinamis, Aluminium, Baja, Modulus elastisitas, Kecepatanpenumbukan, Volume jejak indentasi, Kerusakan yang terpusat, Kerusakan yang seragam
Ketahanan lekuk dinamis didefinisikan sebagai besarnya energi yang mampu diterima oleh material akibattumbukan tanpa meninggalkan lekuk permanen atau deformasi plastis di permukaan material. Oleh karena itu, nilai ketahan lekuk dinamis didefinisikan sebagai besarnya perbandingan antara energi tumbukan yang diberikan dengan volume jejak indentasi yang dihasilkan. Pada penelitian ini, aluminium dan baja, yang umum dipakai untuk bodi mobil dipilih sebagai bahan untuk diuji ketahanan lekuk dinamiknya.
Pengujian dilakukan pada berbagai kecepatan tumbukan sehingga dihasilkan laju regangan sebesar 102s-1 sampai 104 s-1. Spesimen uji yang terbuat dari plat baja dan aluminium dibuat dengan dimensi dan memiliki sifat-sifat mekanik yang sama pula. Perbedaan kedua jenis spesimen tersebut hanya terletak pada harga modulus elastisitasnya.
Dari hasil pengujian, diketahui bahwa ketahanan lekuk dinamis aluminium lebih tinggi daripada baja pada semua lecepatan penumbukan. Selain itu teramati pula bahwa pada spesimen baja kerusakan cenderung terpusat sedang pada spesimen aluminium kerusakannya cenderung menyebar.

ANALISIS NUMERIK DAN EKSPERIMEN TUMBUKAN KUASI-STATIK PADA TABUNG SILINDER POLYVINYL CHLORIDE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-28 13:45:53
Oleh : SAHRIL AFANDI SITOMPUL (NIM : 13606014); Tim Pembimbing : Dr. Tatacipta Dirgantara; Dr. Leonardo Gunawan; Prof. Dr. Ichsan Setya Putra, S1 - Department of Aerospace Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Sistem bumper, progressive buckling, tabung lingkaran, tumbukan kuasi-statik, mean crushing force, modus diamond,
Aplikasi tabung berdinding tipis telah banyak digunakan pada konfigurasi rancangan teknologi otomotif sebagai penyerap energi ketika terjadi tabrakan. Komponen tersebut adalah sistem bumper pada mobil. Sistem bumper ini berfungsi menyerap energi tumbukan akibat tabrakan melalui proses deformasi (progressive buckling). Dengan proses deformasi ini, sistem bumper dapat mengurangi kerusakan pada kompartemen penumpang yang dapat menyebabkan penumpang terluka serta memberikan perlambatan yang berada pada tingkat aman terhadap tubuh penumpang.

Pada Tugas Akhir ini, akan dilakukan analisis tabung silinder PVC yang menerima beban tumbukan kuasi-statik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modus deformasi dan karakteristik crushing force tabung silinder PVC pada kasus tumbukan kuasi-statik. Hal ini dikaji sebagai alternatif penggunaan material polimer pada sistem penyerap energi pada sistem bumper mobil.

Analisis tumbukan kuasi-statik dilakukan secara eksperimen dan numerik. Simulasi numerik menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga non-linear, LS-DYNA. Pengujian dilakukan pada spesimen dengan diameter 59 mm, ketebalan 1,5 mm dan tinggi 190 mm. Hasil eksperimen dan simulasi numerik menunjukkan modus deformasi yang terjadi berupa modus diamond dan harga mean crushing force lebih tinggi dibandingkan hasil numerik berkisar 20-26 %.