Translate

Jumat, 28 November 2014

KONTROL TRAKSI OTOMATIS



resume digilib itb
(AUTOMATIC TRACTION CONTROL)
Master Theses from / 2004-11-24 10:34:51
Oleh : GESANG NUGROHO, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2002 - Apr, dengan 1 file

Keyword : AUTOMATIC TRACTION CONTROL
NomorPanggil (DDC) : T 621. 33 NUG
Sumberpengambilandokumen : 2002/2679
Differensialdibuatuntukmemudahkanmobilberbelokkarenadifferensialmemungkinkanbesarputaranrodakanandanrodakiriberbeda.Selainmempunyaikeuntungandiatasdifferensialmempunyaikelemahanyaitupadasaatsalahsatu rods mobilkehilangantraksimisalnyasaatmobilberjalan pads jalanberlumpur, jalanlicinataujalanbersaljumakaroda yang berlawanantidakberputar.
Agar mobilbisaberjalankembalimakaroda yang kehilangantraksiperludirem agar torsi darimesinbisatersalurkeroda yang diam. Padatugasakhirinidibuatalatsimulasikontroltraksiotomatis. Mat inimenggunakanpengontrolmikrokontroler ATMEL 8535. Untukmengetahui slip (menghitungputaran) digunakan sensor proximity inductive. Aktuatoruntukmenggerakkan rem menggunakan motor listrik dc.
Cara kerjaalatiniadalahsebagaiberikut: apabilaadasalahsaturoda slip, makasecaraotomatisrodatersebutdiberitraksidengancaramengeremroda yang slip tadisehinggaroda yang berlawanan (rods yang diam) akanberputar. Denganberputarnyaroda yang diammakamobilbisaberjalankembali.

KAJIAN DERIVATISASI AKRILAMIDA DENGAN ANILIN SULFAT UNTUK TUJUAN ANALISIS


resume digilib itb
STUDY OF ACRYLAMIDE DERIVATITATION WITH ANILINE SULPHATE FOR ANALYSIS PURPOSE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2012-06-19 14:35:50
Oleh :Gilang Nadia NiwanPutri (NIM 107 03 070), S1 - Department of Pharmacy
Dibuat : 2007-09-00, dengan 8 file

Keyword : acrylamide, derivatitation, aniline sulphate,
KepalaSubjek : Medical sciences


Akrilamida, kontaminankarsinogen yang terdapatdalammakanan, memilikisedikitguguskromofordanmemberikanserapanmaksimumpadadaerah ultraviolet jauh.Derivatisasiakrilamida, denganpenambahanguguskromofordarianilinsulfat, diperlukan agar puncakserapan ultraviolet terjadipadapanjanggelombanglebihbesardangangguananalisisberkurang.
Derivatakrilamidamemberikanserapanmaksimum ultraviolet padapanjanggelombang yang lebihbesardaripadasenyawaakrilamidainduk.Akrilamidadananilinsulfatdireaksikandalam air dansuasanaasampadapadasuhu 40 C selamabeberapa jam.Hasilreaksidiisolasisecaraekstraksicair-cairdengandiklorometankemudiandifraksinasidengankromatografikolomklasikmenggunakanfasediamsilika gel 60 danfasegerakkloroform-metanol (9:1).
Isolatnyadikarakterisasisecaraspektrofotometri ultraviolet danspektrofotometriinframerah.Isolatmemberikanserapanmaksimum ultraviolet padapanjanggelombang 253 nm, lebihbesardaripadasenyawaakrilamidainduk, sertamenyerapradiasiinframerahpadabilangangelombang 3405 cm -1, 1730 cm -1, 1168 cm -1, dan 1504 cm -1yang merupakansinyalgugusfungsiamidadancincinaromatik.

STUDI REAKSI DEMETILASI KININ MENGGUNAKAN ASAM HIDROIODIDA


resume digilib itb
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-04-29 10:11:55
Oleh : SUSI SUSILAWATI (NIM 10703073), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword :Kinin, AsamHidroiodida, ReaksiDemetilasi, ReaksiAdisi
Reaksidemetilasikinindilakukandenganmereflukskinindalamcampuranasamhidroiodida-asamasetatglasialselama 12 jam padasuhu 127oC. Hasildemetilasidimurnikandenganpengendapan, kristalisasi, danekstraksicair-cairdiikutidengan KLT preparatif.Duaisolatberhasildiisolasidandikarakterisasisecaraspektrofotometri ultraviolet-sinartampak, spektrofluorometri, danspektrofotometriinframerah.
Isolat A menunjukkanserapanmaksimumpadapanjanggelombang 371 nm, emisifluoresensimaksimumpadapanjanggelombang 440 nm, sertaserapanradiasiinframerahpadabilangangelombang 3428 dan 1619 cm-1 yang bersesuaiandengansinyalgugusikatanrangkap C=C dan –OH fenol. Isolat B menunjukkanserapanmaksimumpadapanjanggelombang 419 dan 441 nm, emisifluoresensimaksimumpadapanjanggelombang 465 nm, sertaserapanradiasiinframerahpadabilangangelombang 3451 dan 462 cm-1 yang bersesuaiandengansinyalgugusikatan C-I dan –OH fenol.
Berdasarkanhasilkarakterisasitersebutdidugakeduaisolatmerupakanderivatkinin yang sudahmengalamireaksidemetilasi, danpadaisolat B telahterjadireaksiadisi.

Senin, 24 November 2014


PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN GEOMETRIS MESIN FREIS BERDASARKAN STANDAR ISO DENGAN STUDI KASUS MESIN CNC VMC 250
DEVELOPMENT OF GEOMETRICAL TEST MODULE OF MILLING MACHINE BASED ON ISO STANDARD WITH CASE STUDY CNC MACHINE VMC 250
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-14 14:53:53
Oleh : JULFIKAR NORIZKI (NIM : 13104056); Pembimbing 1 : Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M.; Pembimbing 2 : Dr. Ir. Agung Wibowo, M, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 9 file

Keyword : Pengujian Geometris, Mesin Freis, Standar ISO, Mesin CNC VMC 250, ketelitian
Mesin freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk memproses material dengan bentuk prismatik.Mesin freis dapat melakukan berbagai macam operasi pemotongan, seperti pembuatan roda gigi, pembuatan alur, planing, pembuatan lubang (drilling), diesinking, menghaluskan permukaan (facing), dan sebagainya. Karena banyaknya variasi pemotongan yang dapat dilakukan oleh mesin freis, maka mesinfreis digolongkan sebagai salah satu mesin perkakas yang paling penting dan serba guna.

Dimensi akhir produk yang bisa dibuat oleh proses freis diharapkan memiliki ketelitian yang bisa memenuhi persyaratan yang diminta seperti yang dinyatakan pada toleransi geometriknya (dimensi, bentuk, posisi, dan kekasaran permukaan). Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pengujian yang sistematis dan lengkap untuk mengetahui ketelitian dari mesin freis. Dari standar ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed height with vertical spindle), diperoleh sembilan metode pengujian untuk mesin freis. Untuk menguji prosedur yang dibuat maka dilakukan studi kasus pada mesinCNC VMC 250.

Pada akhirnya diperoleh kesimpulan pertama dengan mengetahui apakah modul yang dibuat telah memenuhi standar dan dapat diaplikasikan saat pengujian mesin CNC VMC 250. Kemudian, diperoleh kesimpulan kedua untuk mengetahui ketelitian geometrik dari mesin CNC VMC 250 dengan cara membandingkan besarnya penyimpangan yang diperoleh saat pengujian terhadap toleransi geometris yang ditetapkan oleh standar ISO 1984. Akhir kata, diharapkan dari saran-saran yang diberikan pada tugas sarjana ini, dapat diaplikasikan dan dapat memperbaiki modul pengujian geometris mesin freis ini.

EVALUASI KINERJA DAN PERBAIKAN DESAIN UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS PENGERINGAN PADA MESIN PENGERING KERUPUK
EVALUATION AND DESIGN REPAIRMENT TO INCREASE DRYING CAPACITY ON DRIED SNACK DRYING MACHINE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-19 15:30:37
Oleh : MUHAMMAD FIKRI RAMADHANA (NIM : 13106050); Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Abdurrachim Halim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 8 file

Keyword : Evaluasi Kinerja, Perbaikan Desain, Kapasitas Pengeringan, Mesin Pengering Kerupuk 
Dalam tugas akhir ini dilakukan pembahasan mengenai kinerja dari sebuah mesin pengering yang saat ini beroperasi di PT. Tanindo Prima Multi. Mesin pengering tersebut digunakan untuk mengeringkan kerupuk. Dalam proses produksi kerupuk, untuk proses pengeringan dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan memanfaatkan sinar matahari untuk menjemur, serta menggunakan mesin pengering. Setiap harinya,mesin pengering dioperasikan selama 8 jam dan rata-rata produksi harian dari mesin pengering tersebut adalah 1600 kg kerupuk mentah kering. Untuk mengatasi penurunan produksi harian bila cuaca tidak memungkinkan untuk menjemur, perlu dilakukan peningkatan kapasitas produksi harian dari mesinpengering.

Analisis kinerja dari mesin pengering dilakukan dari dua parameter, yaitu laju perpindahan panas dari keempat penukar kalor yang terdapat pada mesin pengering, dan kapasitas pengeringan dari udara yang dialirkan ke dalam mesin pengering. Dari kedua parameter diatas, dirancang beberapa usaha perbaikan rancangan untuk meningkatkan kinerja dari mesin pengering tersebut. Usaha-usaha yang dirancang diantaranya adalah perbaikan rancangan saluran udara masuk, penambahan pre-heater, penyesuaian letak penukar kalor, dan penambahan sekat ruang plenum.

Dari hasil analisis diperoleh peningkatan laju perpindahan panas pada penukar kalor dari semula 20-30 kW, menjadi 120 kW, laju perpindahan panas diperkirakan sebesar 116 kW untuk pre-heater, serta kapasitas pengeringan dari semula 1600 kg kerupuk kering mentah menjadi 4267,6 kg kerupuk kering mentah.

PEMODELAN MESIN BUBUT CERDAS
Smart Lathe Modeling
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-07-04 16:47:35
Oleh : LINDUNG PARINGOTAN MANIK (NIM 13103019), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : mesin bubut, manufaktur
Seiring dengan kemajuan zaman, industri manufaktur menghadapi tuntutan pasar yang semakin dinamis dan persaingan yang semakin ketat. Produksi dengan banyak variasi dan jumlah produk setiap varian yang sedikit sulit dilakukan. Tuntutan yang demikian hanya dapat dipenuhi jika suatu industri menguasai teknologi dan sistem informasi produksi. Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM) merupakan salah satu sistem manufaktur dimana setiap bagiannya mampu bekerjasama dengan baik. Salah satu mesinperkakas yang terdapat dalam SPTM adalah mesin bubut. 

Mesin bubut dapat dipergunakan untuk aplikasi yang sangat luas. Untuk itu diperlukan kemampuan yang cukup tinggi untuk menguasai elemen-elemen yang terdapat dalam mesin bubut. Dengan adanya suatu model mesin bubut yang cerdas, maka perencanaaan proses di mesin bubut akan konsisten, seragam, optimum, cepat dan tepat tanpa mengesampingkan kualitas produk. Pemodelan mesin bubut cerdas ini menggunakan metode berorientasi obyek dimana metode ini berusaha untuk membuat model obyek secara natural sesuai dengan sifat sebenarnya.

Model mesin bubut cerdas dirancang terdiri atas modul-modul sebagai berikut: pengelolaan data workshop, pengelolaan data mesin perkakas, pengelolaan data pemesinan, dan pengelolaan data kelengkapan perkakas potong. Dengan adanya modul-modul ini diharapkan sistem ini memiliki kecerdasan-kecerdasan sebagai berikut: memiliki fungsi pengelolaan data seperti penambahan, pengubahan, dan penghapusan data; memiliki fungsi pemilihan alternatif tool set; memiliki fungsi pemilihan parameter operasi; dan memiliki fungsi penghitungan ongkos pemesinan.

Senin, 17 November 2014


RANCANG BANGUN MODEL WAHANA HOVERWING XHW-1 UNTUK STUDI FASE TRANSISI
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-03-11 15:08:50
Oleh : DIGIT MITRA BARUNA (NIM 23606008), S2 - Aerospace Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword : hoverwing, hovercraft, WiSE craft, model radio kontrol, fase transisi
Pada Tesis ini dilakukan rancang bangun model radio kontrol wahana Hoverwing dengan persyaratan yang spesifik untuk dipakai sebagai model uji untuk pengamatan fase transisi pada wahana Hoverwing. Wahana Hoverwing merupakan perkawinan antara wahana hovercraft dengan wahana WISE-craft. Pada wahana Hoverwing terjadi fase transisi atau fase peralihan dari fase hover menggunakan gaya angkat bantalan udara ke fase terbang airborne murni menggunakan gaya angkat aerodinamik yang dihasilkan oleh sayap. Antara gaya angkat bantalan udara dan gaya aerodinamik sayap terdapat perbedaan prinsip kerja secara mendasar. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai fenomena terbang yang terjadi pada saat fase transisi wahana Hoverwing.
Untuk dapat mengamati fenomena fase transisi pada wahana Hoverwing perlu disiapkan perlengkapan uji dalam hal ini adalah sebuah model wahana Hoverwing. Model wahana Hoverwing dibuat dengan persyaratan dan sasaran perancangan Design Requirements and Objectives (DRO) antara lain panjang span sayap kurang dari 1,5 m; menggunakan 2 buah sistem propulsi yang terpisah untuk menghasilkan gaya dorong dan menciptakan bantalan udara untuk mempermudah pelaksanaan studi fase transisi; model uji mudah dibuat; kecepatan terbang model uji serendah mungkin supaya fase transisi mudah diamati; berat model uji seringan mungkin; dan jarak sayap sedekat mungkin dengan permukaan untuk mendapatkan pengaruh surface effect.
Metodologi yang digunakan dalam Tesis ini adalah melakukan rancang bangun model wahana Hoverwing tanpa didahului dengan studi analitik tentang fase transisi pada wahana Hoverwing. Hal tersebut dikarenakan literatur mengenai studi fase transisi pada wahana Hoverwing tidak banyak ditemukan sehingga jika dilakukan studi analitik fase transisi wahana Hoverwing terlebih dahulu dikhawatirkan tidak tercapai hasil analitik yang cukup memadai.

Model wahana Hoverwing dirancang bangun dengan konfigurasi yang minimal dan mempertimbangkan aspek yang akan diperlukan untuk pengamatan fase transisi. Aspek tersebut adalah penggunaan dua buah kendali variabel untuk sistem propulsi yang menghasilkan gaya dorong dan untuk sistem propulsi yang menciptakan gaya angkat bantalan udara. Hal tersebut dimaksudkan ketika pengamatan fase transisi pada model uji nantinya dapat divariasikan antara penambahan gaya dorong yang menghasilkan gaya angkat sayap dengan pengurangan gaya angkat bantalan udara untuk mensimulasikan kondisi seperti definisi dari fase transisi. Pengamatan fase transisi dilakukan di darat pada permukaan yang rata dan di dalam ruangan untuk meminimalkan gangguan angin.

Model wahana Hoverwing XHW-1 telah melalui proses rancang bangun dengan data-data teknis antara lain panjang span sayap 1,2 m, berat wahana 0,755 kg, kecepatan terbang jelajah 5,4 m/s untuk af = 4o ; 6,45 m/s untuk af = 0o ; dan 7,9 m/s untuk af = -4o,jarak sayap dengan permukaan 2,6 cm.

PERANCANGAN, PEMBUATAN, DAN PENGUJIAN ALAT UJI BALL JOINT KENDARAAN BERMOTOR BERDASARKAN SAE J193
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-11 14:17:56
Oleh : GUNTUR ROTUA (NIM : 13199024); Pembimbing : Prof. Dr. Indra Nurhadi, S1 - Department of Chemical Engineering
Dibuat : 2006, dengan 8 file

Keyword : Alat Uji Ball Joint, SAE J193, terminologi D R & O, Design Requirement and Objectives, load cell
Dalam tugas sarjana ini dikaji perancangan, pembuatan dan pengujian ”Alat Uji Ball Joint untuk kendaraan bermotor” sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh standar SAE J193, dalam rangka membantu industri komponen kecil dan menengah untuk meningkatkan kualitas produknya.




Langkah pertama dalam kajian ini, persyaratan yang tertulis dalam SAE J193 diterjemahkan dalam terminologi D R & O (Design Requirement and Objectives), kemudian dikaji berbagai alternatif desain yang memenuhi. Dengan metode Pugh alternatif terbaik dipilih berdasarkan kriteria jumlah komponen, kepraktisan, proses produksi, keluwesan, dan harga.




Berdasarkan alternatif terbaik yang dipilih, kemudian didesain dan dibuat alat uji yang terdiri atas sistemhidrolik, rig uji, pencekam ball joint, dan load cell. Untuk membaca hasil pengukuran dari load cell dibuat software data akusisi dengan LabView 7.1.




Dalam pengujian alat uji, secara visual tidak ditemukan tanda-tanda kegagalan pada rig uji dan pencekam ball joint. Pada sistem hidrolik tidak ditemukan kebocoran dan semua komponennya berfungsi dengan baik. Alat uji ini berhasil melakukan pengujian ball joint to socket cam out strenght dan ball stud yield load terhadap ball joint suzuki katana. Hasil pemetaan data pengukuran dari load cell menunjukkan linieritas yang baik dengan true error maksimum = 6,399%.

KORELASI BARU PENENTUAN EFISIENSI PEREKAHAN HIDROLIK PADA PEREKAHAN SUMUR HORIZONTAL DI RESERVOIR KARBONAT
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2012-05-31 11:50:11
Oleh : Steven Leonardus (NIM 122 03 001), S1 - Department of Petroleum Engineering
Dibuat : 2007-07-00, dengan 7 file

Keyword : Relative conductivity, Draw-down test, Semi-log analysis, Productivity index, Flow efficiency.
Kepala Subjek : Engineering
Abstrak:



Perekahan hidrolik merupakan metode yang umum dipakai untuk meningkatkan produktivitas dari sumur. Berbagai korelasi dikembangkan untuk memberikan gambaran terhadap orde peningkatan produktivitas setelah perekahan. Korelasi penentuan peningkatan indeks produktivitas yang umum dikenal adalah korelasi McGuire-Sikora yang dikembangkan menggunakan potentiometer dan korelasi Prats dengan konsep bilinear flow dan model lebar rekahan tetap , keduanya untuk perekahan pada sumur vertikal.



Sumur X-03 adalah sumur horizontal pada suatu reservoir karbonat Y yang memiliki permeabilitas dan porositas sekitar 0.1-110 mD dan 1-2 persen. Menggunakan metode simulasi reservoir, perekahan pada sumur X-03 dimodelkan dengan Local Grid Refinement (LGR) pada area sekitar sumur. Metode LGR ini digunakan untuk meningkatkan akurasi perhitungan numerik pada hasil simulasi.



Studi ini menghasilkan suatu metode perhitungan untuk korelasi baru dalam penentuan efisiensi perekahanhidrolik sebagai fungsi dari konduktivitas relatif dan panjang rekahan, yang dinyatakan dalam bentuk grafik. Dari grafik tersebut diketahui bahwa pada harga konduktivitas relatif yang rendah, efisiensi perekahan kurang lebih sama pada berbagai panjang rekahan. Efisiensi perekahan memiliki nilai optimum yang memiliki kaitan dengan permeabilitas reservoir. 

Senin, 03 November 2014



Mengenal sub menu insert di ms.word dan berbagai macam fungsinya 



Assalamualaikum.WR.WB

kali ini ane akan memposting mengenai ms.word dan kita akan membahas tentang sub menu di menu insertdi ms.word dan berbagai macam tools di dalamnya dan cara mengaplikasikannya. pasti ente semua tahu kan tentang sub-subnya tetapi ada beberapa orang yang tidak mengerti apa kegunaannya. kali ini ane akan membantu ente-ente untuk lebih mengenal lebih dalam tentang ini. berbagi ilmu itu tidak ada ruginya
yaudah langsung kita simak aja yaaa.........


Langkah pertama : klik sub menu insert, lalu ada berbagai tools yang dapat anda gunakan yuk kita bahas satu per satunya
  • 1.       Cover page           : untuk membuat sebuah cover sebuah buku atau                           yang lainnya
  • 2.       Blank page           : memuat lembar kerja baru
  • 3.       Page break            : untuk membuat batas akhir sebuah lembar kerja
  • 4.       Table                     : untuk membuat sebuah tabel
  • 5.       Picture                  : untuk menambahkan sebuah gambar
  • 6.       Clip art                  : untuk menambahkan sebuah gambar kecil yang bisa bergerak
  • 7.       Shape                    : untuk membuat sebuah bentuk garis dll
  • 8.       Smart art               : untuk membuat sebuah diagram
  • 9.       Chart                     :untuk membuat sebuah grafik
  • 10.   Hyperlink              : untuk membuat sebuah pintasan seperti layaknya link
  • 11.   Bookmark             : untuk menyimpan sebuah halaman
  • 12.   Header                  : untuk membuat sebuah kop surat dll
  • 13.   Header                  : untuk mengedit bagian bawah lembar kerja






  • 1. cover page 
    • jika ente ingin menyimpan cover ente sendiri, bisa dengan cara = cover page -> save selection to cover page gallery -> tulis nama dan description -> ok 



2.       Blank page
Klik blank page – lalu akan muncul sebuah lembar kerja baru

 3.  Page break
Klik page break – lalu akan secara otomatis beralih kelembar kerja berikutnya







  4.Table
Klik table – lalu sesuaikan table yang anda inginkan – lalu klik



5.Picture
Klik picture – lalu pilih gambar sesuai keinginan anda – klik insert



6. Clipt art
Klik clipt art – klik gambar yang ingin ditambahkan


 7. Shapes
Klik shape – klik sesuai keinginan anda



8.SmartArt
Klik SmartArt – pilih sesuai keinginan anda – ok



9.Chart
Klik chart – pilih sesuai yg anda inginkan – ok




10.   Hyperlink
Klik hyperlink – ketik sebuah teks yang ingin menjadi keywordnya – blok teksnya – klik hyperlink – tentukan nama hyperlink dan file yg ingin di tuju – oke
Dan anda bisa langsung membukanya dengan cara tekan ctrl + klik



11.   Bookmark
Klik bookmark – ketik nama bookmark – blok teksnya – beri nama judulnya ( INGAT NAMANYA TIDAK BOLEH PANJANG ! ) – klik add
Jika anda ingin langsung membukanya klik go to



12.   Header
Klik header – lalu pilih sesuai keinginan anda – anda bisa edit sesuai kemauan anda – oke


13.   Footer
Klik footer – pilih tipe sesuai keinginan anda – lalu klik – anda bisa ketik sesuai keinginan anda – ok




Setelah mengerti penjelasan penjelasan di atas mari kita aplikasikan dalam bentuk sebuah laporan.

ya mungkin itu aja dari ane 
maaf maaf kalo ada salah kata ane nya 

wassalamualaikum.WR.WB

Sabtu, 01 November 2014



KONTROL TRAKSI OTOMATIS
(AUTOMATIC TRACTION CONTROL)
Master Theses from / 2004-11-24 10:34:51
Oleh : GESANG NUGROHO, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2002 - Apr, dengan 1 file

Keyword : AUTOMATIC TRACTION CONTROL
Nomor Panggil (DDC) : T 621. 33 NUG
Sumber pengambilan dokumen : 2002/2679
Differensial dibuat untuk memudahkan mobil berbelok karena differensial memungkinkan besar putaran roda kanan dan roda kiri berbeda. Selain mempunyai keuntungan diatas differensial mempunyai kelemahan yaitu pada saat salah satu rods mobil kehilangan traksi misalnya saat mobil berjalan pads jalan berlumpur, jalan licin atau jalan bersalju maka roda yang berlawanan tidak berputar.
 Agar mobil bisa berjalan kembali maka roda yang kehilangan traksi perlu direm agar torsi dari mesin bisa tersalur keroda yang diam. Pada tugas akhir ini dibuat alat simulasi kontrol traksi otomatis. Mat ini menggunakan pengontrol mikrokontroler ATMEL 8535. Untuk mengetahui slip (menghitung putaran) digunakan sensor proximity inductive. Aktuator untuk menggerakkan rem menggunakan motor listrik dc.
Cara kerja alat ini adalah sebagai berikut: apabila ada salah satu roda slip, maka secara otomatis roda tersebut diberi traksi dengan cara mengerem roda yang slip tadi sehingga roda yang berlawanan (rods yang diam) akan berputar. Dengan berputarnya roda yang diam maka mobil bisa berjalan kembali.