RANCANG
BANGUN MODEL WAHANA HOVERWING XHW-1 UNTUK STUDI FASE TRANSISI
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-03-11 15:08:50
Oleh : DIGIT MITRA BARUNA (NIM 23606008), S2 - Aerospace Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Keyword : hoverwing, hovercraft, WiSE craft, model radio kontrol, fase transisi
Oleh : DIGIT MITRA BARUNA (NIM 23606008), S2 - Aerospace Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Keyword : hoverwing, hovercraft, WiSE craft, model radio kontrol, fase transisi
Pada Tesis ini dilakukan rancang
bangun model radio kontrol wahana Hoverwing dengan persyaratan yang spesifik
untuk dipakai sebagai model uji untuk pengamatan fase transisi pada wahana
Hoverwing. Wahana Hoverwing merupakan perkawinan antara wahana hovercraft
dengan wahana WISE-craft. Pada wahana Hoverwing terjadi fase transisi atau fase
peralihan dari fase hover menggunakan gaya angkat bantalan udara ke fase
terbang airborne murni menggunakan gaya angkat aerodinamik yang
dihasilkan oleh sayap. Antara gaya angkat bantalan udara dan gaya aerodinamik sayap
terdapat perbedaan prinsip kerja secara mendasar. Hal ini menimbulkan
pertanyaan mengenai fenomena terbang yang terjadi pada saat fase transisi
wahana Hoverwing.
Untuk dapat mengamati fenomena
fase transisi pada wahana Hoverwing perlu disiapkan perlengkapan uji dalam hal
ini adalah sebuah model wahana Hoverwing. Model wahana Hoverwing dibuat dengan
persyaratan dan sasaran perancangan Design Requirements and Objectives (DRO)
antara lain panjang span sayap kurang dari 1,5 m; menggunakan 2 buah sistem
propulsi yang terpisah untuk menghasilkan gaya dorong dan menciptakan bantalan
udara untuk mempermudah pelaksanaan studi fase transisi; model uji mudah
dibuat; kecepatan terbang model uji serendah mungkin supaya fase transisi mudah
diamati; berat model uji seringan mungkin; dan jarak sayap sedekat mungkin
dengan permukaan untuk mendapatkan pengaruh surface effect.
Metodologi yang digunakan dalam
Tesis ini adalah melakukan rancang bangun model wahana Hoverwing tanpa didahului
dengan studi analitik tentang fase transisi pada wahana Hoverwing. Hal tersebut
dikarenakan literatur mengenai studi fase transisi pada wahana Hoverwing tidak
banyak ditemukan sehingga jika dilakukan studi analitik fase transisi wahana
Hoverwing terlebih dahulu dikhawatirkan tidak tercapai hasil analitik yang
cukup memadai.
Model wahana Hoverwing dirancang
bangun dengan konfigurasi yang minimal dan mempertimbangkan aspek yang akan
diperlukan untuk pengamatan fase transisi. Aspek tersebut adalah penggunaan dua
buah kendali variabel untuk sistem propulsi yang menghasilkan gaya dorong dan
untuk sistem propulsi yang menciptakan gaya angkat bantalan udara. Hal tersebut
dimaksudkan ketika pengamatan fase transisi pada model uji nantinya dapat
divariasikan antara penambahan gaya dorong yang menghasilkan gaya angkat sayap
dengan pengurangan gaya angkat bantalan udara untuk mensimulasikan kondisi
seperti definisi dari fase transisi. Pengamatan fase transisi dilakukan di
darat pada permukaan yang rata dan di dalam ruangan untuk meminimalkan gangguan
angin.
Model wahana Hoverwing XHW-1
telah melalui proses rancang bangun dengan data-data teknis antara lain panjang
span sayap 1,2 m, berat wahana 0,755 kg, kecepatan terbang jelajah 5,4 m/s
untuk af = 4o ; 6,45 m/s untuk af = 0o ; dan 7,9 m/s untuk af = -4o,jarak sayap
dengan permukaan 2,6 cm.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar