Translate

Senin, 20 Oktober 2014


ANALISIS PEMBAKARAN PADA TURBIN GAS BERBAHAN BAKAR GAS ALAM DAN GAS BATUBARA
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-02-27 13:29:51
Oleh : DANIEL OCTAVIANUS HARAHAP (NIM 23104029), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 9 file

Keyword : Turbin gas, Pembakaran, Ruang bakar silo, Gas alam, Gas batubara
Meningkatnya harga minyak dunia dan gas alam dengan cadangan yang makin menipis membuat beberapa operator pembangkit mencari bahan bakar alternatif. Dibanding minyak dan gas, cadangan batubara paling berlimpah. Namun pemanfaatan langsung batubara pada turbin gas hingga saat ini belum memungkinkan, sehingga untuk menerapkan batubara pada turbin gas dibutuhkan proses tersendiri. Salah satu proses yang cukup berhasil adalah gasifikasi batubara yang menghasilkan gas batubara.
Kendala dalam pemanfaatan gas batubara pada turbin gas adalah nilai kalornya yang rendah (dibanding gas alam), sehingga untuk mencapai temperatur pada laju massa tertentu dibutuhkan laju massa gas batubara yang lebih besar. Hasil perhitungan siklus temodinamika menunjukan dibutuhkan laju gas batubara sebesar 41 kg/s sedangkan untuk gas alam hanya dibutuhkan 11 kg/s.
Dalam tesis ini dianalisis penggunaan gas batubara pada ruang bakar turbin gas berjenis silo yang dirancang menggunakan gas alam. Ruang bakar silo ini dilengkapi swirl pada nosel bahan bakar dan nosel udara primer. Metode penelitiannya menggunakan analisis CFD atau lebih dikenal sebagai simulasi pembakaran. Hasil simulasi pada penggunaan gas alam akan dijadikan acuan, kemudian diperbandingkan dengan hasil simulasi dengan menggunakan gas batubara. Parameter yang dianalisis adalah distribusi kecepatan, distribusi temperatur, distribusi senyawa bahan bakar (CH4 untuk gas alam, CO dan H2 untuk gas batubara), distribusi senyawa oksidator (O2), distribusi senyawa produk pembakaran (CO2), dan distribusi radikal (O dan OH).
Hasil simulasi menunjukan penggunaan gas batubara akan menghasilkan temperatur pusat kubah api yang sangat rendah. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan api dan api rentan padam. Fenomena ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya: lambatkan reaksi gas batubara, laju alir gas batubara yang sangat besar dan kurangnya penetrasi udara ke dalam kubah api. Beberapa faktor inilah yang mengharuskan modifikasi ruang bakar.
Modifikasi dilakukan dengan cara menambahkan udara ke dalam kubah api. Modifikasi ini cukup efektif dalam meningkatkan temperatur pusat kubah api, meskipun belum mampu menyerupai distribusi temperatur pada penggunaan gas alam.
Jadi ruang bakar turbin gas jenis silo yang dirancang berbahan bakar gas alam dimungkinkan menggunakan gas batubara namun perlu dilakukan modifikasi.


PEMBUATAN DAN PENGUJIAN EVAPORATOR UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM PEMANAS KOTAK PENGHANTAR MAKANAN PADA SEPEDA MOTOR
THE MANUFACTURE AND TEST OF EVAPORATOR FOR THE DEVELOPMENT OF A HEATING SYSTEM FOR FOOD DELIVERY BOX ON MOTORCYCLE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-03-28 10:05:10
Oleh : ABDAN HANIF SATRIA BUDIMAN (NIM : 13103128); Pembimbing : Dr. Ir. Abdurrachim Halim, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : energi gas buang sepeda motor; kotak pengantar makanan; Hot Box
Penelitian mengenai pemanfaatan energi gas buang sepeda motor untuk memanaskan kotak pengantar makanan sudah dilakukan. Sistem ini dinamakan Sistem Hot Box memiliki 3

komponen utama, yaitu evaporator, pipa penghubung dan kondensor (kotak makanan). Fluida kerja air yang dialirkan di dalam pipa kalor digunakan untuk memindahkan panas dari gas buang ke dalam kotak makanan.

Pada penelitian sebelumnya, terdapat beberapa kekurangan yang masih dimiliki sistem ini dari segi penampilan dan keandalan evaporator serta kesulitan dalam proses pengisian ulang bahan bakar sepeda motor. Namun kinerja sistem sebelumnya yang mampu menaikkan temperatur ruang kondensor sebesar 5,3 oC per menit sudah dirasa cukup.

Tugas akhir ini mencoba untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan mendesain, membuat dan menguji evaporator baru yang memiliki penampilan dan keandalan yang lebih baik

tanpa menurunkan kinerja sistem yang sudah dicapai pada penelitian sebelumnya. Evaporator dengan koil yang ditempatkan di dalam pipa knalpot bagian depan mampu mengatasi kelemahan pada sistem sebelumnya. Dengan evaporator ini, sistem mampu menaikkan temperatur kotak

makanan mencapai 6,8 oC per menit dan penampilan yang kompak dan dimensi yang kecil. Sementara untuk mengatasi kesulitan pengisian ulang bahan bakar, jok sepeda motor

dibelah menjadi 2 bagian, depan dan belakang, sehingga tangki bahan bakar dapat dibuka tanpa membongkar komponen sistem yang sudah terpasang.
PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT BANTU INSPEKSI MUFFLER EXHAUST BENDING PIPE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-10 09:56:04
Oleh : YOMI SIMASAKTI SURYA ADI (NIM 13103146), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Alat bantu inspeksi, Muffler exhaust bending pipe
Bending pipe inspection jig muffler exhaust adalah salah satu alat yang dibutuhkan oleh PT. XYZ pada bagian produksi untuk menghasilkan salah satu komponen dari knalpot. Fungsinya sebagai alat bantu pengecekan dimensi exhaust pipe.
Seiring dengan peningkatan kualitas PT. XYZ untuk sepeda motor, maka kualitas knalpot hasil produksi PT. XYZ juga harus semakin ditingkatkan. Oleh karena itu PT. XYZ sebagai vendor barang tersebut selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksinya.
Peningkatan teknologi merupakan salah satu solusi yang saat ini dilakukan oleh PT. XYZ untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan produksi knalpot. Penggunaan muffler exhaust bending pipe inspection jig sebagai alat bantu pengecekan adalah usaha yang dilakukan oleh PT. XYZ.
Dalam penelitian ini, dibahas tentang bagaimana mendesain dan membuat muffler exhaust bending pipe inspection jig sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi geometri yang diinginkan. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam desain muffler exhaust bending pipe inspection jig adalah toleransi dan penggunaan mesin saat pembuatan. Apabila toleransi dan penggunaan mesin yang digunakan tidak tepat maka produk yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan spesifikasi geometri yang ditetapkan. Pengujian juga dilakukan untuk mengetahui fungsi muffler exhaust bending pipe inspection jig yang dibuat.

Sabtu, 18 Oktober 2014


ESTIMASI PARAMETER GENERATOR CADANGAN
DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN
Master Theses from / 2004-11-09 13:23:41
Oleh : Nasrul Abdi, S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 1997-00-00, dengan 1 file

Keyword : tegangan baterai, tekanan 
oli, getaran alternator, temperatur oli, temperatur air pendingin dan temperatur gas sisa pembakaran.
Nomor Panggil (DDC) : T 621.319 2 ABD
Sumber pengambilan dokumen : 98/244
Kebutuhan energi listrik di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan energi tersebut tidak hanya kebutuhan besarnya saja, tetapi juga kualitas dan ketersediaan yang terjamin. Terutama di industri-industri, rumah-rumah sakit dan pusat-pusat pelayanan masyarakat, kesediaan listrik yang tidak kontinu akan sangat merugikan.
Agar kesediaan listrik dapat terjamin, diperlukan generator listrik cadangan yang secara otomatis akan memasok listrik apabila pasokan utama PLN mengalami gangguan. Untuk menjaga agar generator cadangan tidak mengalami kegagalan dini dalam pelayanannya, generator harus dirawat dengan baik.
 Perawatan dilakukan dengan mengacu pada parameter utama generator seperti tegangan baterai, tekananoli, getaran alternator, temperatur oli, temperatur air pendingin dan temperatur gas sisa pembakaran.
Besaran parameter tersebut diestimasikan kondisi kerjanya, apakah masih dalam kondisi normal atau tidak. Jaringan syaraf tiruan dapat melakukan estimasi parameter yang hasil estimasinya dibandingkan dengan parameter aktual generator. Apabila terdapat deviasi yang besar antara harga aktual dengan harga estimasi, maka generator cadangan cenderung akan mengalami kegagalan pada saat diperlukan.
Hal ini merupakan indikator adanya subsistem atau komponen yang harus diperbaiki atau diganti. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui apakah generator cadangan yang digunakan sebagai model masih pada kondisi siap pakai atau dalam keadaan tidak layak beroperasi. Hasil estimasinya memperlihatkan bahwa generator cadangan yang diteliti ternyata menunjukkan kondisi siap pakai dan dapat beroperasi setiap saat. Dan JST direalisasikan dengan menggunakan platform software Matlab for Windows.

ANALISIS NUMERIK BILAH KIPAS MESIN TURBOFAN TAY650-15 YANG MENGALAMI RETAK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Master Theses from JBPTITBPP / 2014-03-27 14:27:45
Oleh : ADE IRFANSYAH (NIM : 23607006); Tim Pembimbing: Dr. Ir. Ichsan Setya Putra Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara Ir. Rais Zain, M.Eng. , S2 - Aerospace 
Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : Metode Elemen Hingga, Virtual Crack Closure, Faktor Intensitas Tegangan, Umur Fatigue.
Kerusakan dan penurunan efisiensi pada bilah kipas mesin turbofan jenis TAY 650-15 Roll-Royce yang diterima oleh PT. Nusantara Turbin dan Propulsi seringkali berupa penipisan coating, retak dan korosi. Sesuai dengan petunjuk dari

Structural Repair Manual (SRM) maka harus dilakukan prosedur perbaikan bagi bilah yang rusak karena pengikisan maupun cacat dikarenakan tumbukan dengan benda lain (notch). Teknik yang sering digunakan untuk menghilangkan notch adalah scallop. Scallop adalah pengikisan pada daerah yang mengalami cacat agar diskontinuitas geometri tidak terlalu tajam sehingga konsentrasi tegangan dapat dikurangi. Scallop yang memiliki kedalaman melebihi ketentuan dalam SRM akan membahayakan struktur.

Pada tugas akhir ini dilakukan analisis pengaruh teknik scallop terhadap umur sisa dengan menggunakan Metode Elemen Hingga. Bilah kipas dimodelkan sebagai pelat datar 2D dan solid 3D yang mengalami retak tembus (through crack) pada

arah ketebalan. Tujuan dalam pemodelan pelat datar 2D adalah untuk membuktikan bahwa perhitungan faktor geometri (β) dengan menggunakan metode numerik yang telah dilakukan benar. Faktor geometri yang telah didapatkan kemudian akan merujuk pada data Hand Book untuk geometri yang sama. Setelah metode numerik menggunakan model pelat datar 2D terbukti benar, kemudian dilakukan analisis perambatan retak tembus pada model solid 3D karena beban sentrifugal murni. Dengan beban sentrifugal sebesar 8.000 rpm dapat dihitung umur sisa untuk model pelat datar 2D dengan scallop adalah 17.600 cycle. Model solid 3D dengan scallop memiliki umur sisa mencapai 16.300. Sedangkan umur sisa bilah kipas tanpa scallop yang ditentukan oleh pabrik adalah 20.000 cycle.

ANALISIS TEGANGAN PADA SUDU HIGH PRESSURE TURBINE STAGE 1 MESIN CF6-80C2 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-06-13 13:32:19
Oleh : SILUR SASAKAWA ISKANDAR (NIM: 13607048); Pembimbing: Dr. Hendri Syamsudin; Dr. Eng. Arif Sugianto (PT. GMF); Dr. Djarot Widagdo, S1 - Department of Aerospace 
Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file

Keyword : Sudu turbin, metode elemen hingga, tegangan termal, beban sentrifugal, Abaqus
Bagian dari mesin turbofan CF6-80C2 milik Garuda Indonesia yang sering mengalami kerusakan sehingga dilakukan engine removal tak terjadwal adalah sudu turbin stage 1. Berdasarkan hasil analisis kegagalan secara metalurgi pada sudu yang mengalami rupture, dilaporkan bahwa kegagalan terjadi karena adanya retak yang merambat. Inisiasi retak muncul dari dalam struktur sudu yaitu pada permukaan rongga pendingin karena degradasi struktur akibat lingkungan operasional pada temperatur tinggi. Retak muncul dari bagian dalam sudu diduga karena bagian tersebut memiliki tegangan yang lebih tinggi daripada bagian lain.

Analisis tegangan pada struktur sudu turbin mesin CF6-80C2 telah dilakukan menggunakan metoda elemen dengan bantuan perangkat lunak Abaqus. Beban yang diperhitungan adalah beban statik; sentrifugal, aerodinamika dan termal pada kondisi steady. Selain itu, dilakukan metalografi pada sudu turbin yang belum mengalami kegagalan untuk mengetahui adanya retak pada sudu. Tahap metalografi yang dilakukan meliputi pemotongan spesimen, mounting, grinding, polishing dan pengamatan menggunakan mikroskop stereo.

Hasil analisis elemen hingga menunjukkan bahwa tegangan paling tinggi terjadi pada daerah rongga pendingin. Pada permukaan luar airfoil terjadi tegangan tekan sedangkan tegangan tarik terjadi pada bagian rongga pendingin. Artinya, lapisan coating pada bagian permukaan rongga pendingin lebih rentan mengalami kerusakan. Hasil metalografi menunjukkan inisiasi retak muncul dari sebelah dalam sudu sehingga sulit terdeteksi melalui boroskop pada saat overhaul sehingga perlu metode yang dapat mendeteksi adanya retak tersebut. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan radiografi. Meskipun demikian, radiografi tidak dibahas lebih jauh dalam penelitian ini sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan penggunaaan radiografi.

Assalamualaikum.WR.WB.

Kali ane akan memposting  cara membuat daftar isi yang ada di dalam makalah dan tulisan tulisan yang lainnya. Pasti gak semua ente tau kan??? Kali ini ane akan membagi pengetahuan sedikit nih ke agan agan semuanya.
Pertama-tama kita harus membuat seperti ini
 

Kalau ente ingin mengkapital kan semua huruf bisa dengan cara tekan shift+f3 atau dengan cara  blok kalimatnya lalu klik change case(Aaˇ), lalu pilih uppercase dan ada fungsi yang lainnya contohnya lowercase : memperbesar semua huruf, capitalize each word : memperbesar huruf depan dan yang lain lain.

Kalau ente ingin menggunakan seperti ini -> X2 atau seperti ini-> X2, ente bisa lihat ini
 

Kalau ente ingin mengatur line spacing ente menekan iconya, seperti ini


Jika ente ingin mebuat angka. Blok semua kemudian klik numbering kemudian klik multilevel list, kemudian atur hagging indent nya sesuai dengan kebutuhan ente. Ini contohnya

Ini cara mempercantik tulisan kita. Membuat style pada daftar isi kita. Dengan cara seperti ini

Dan ini adalah hasilnya

Klik tab View kemudian centang “dokumen map”untuk mempermudah memilih. Kemudian klik tab “references”kemudian pilih “table of contens” dan pilih yang ente butuhin
 

nah kalo yang ini itu tahap terakhir. ini untuk mengatur tempat halamannya

yaa cuma itu doang yang ane bisa kasaih ke ente semua. jangan lupa kalau udah bisa sebar ke temen temen ente. ilmu di kasih tuh gak bakal berkurang. 



Terima Kasih

Wassalamualaikum.WR.WB


Senin, 13 Oktober 2014






ANALISA PENGARUH PENYIMPANGAN GEOMETRI MESIN BUBUT CNC TU-2A TERHADAP PENYIMPANGAN GEOMETRI PRODUK YANG DIHASILKAN
AN EFFECT ANALYSIS OF CNC TU-2A GEOMETRICAL DEVIATION TO PRODUCTS GEOMETRICAL DEVIATION
Description:
Untuk mengetahui kondisi mesin perkakas perlu dilakukan pengukuran penyimpangan geometri mesin perkakas dan penyimpangan geometri produk yang dihasilkan.
Dari hasil pengukuran didapatkan mesin perkakas no. 2 mempunyai Kv=0,019 mm ;Kh=0,016 mm , pada mesin perkakas no. 6 Kv=0,090 mm;Kh=0,030 mm, pada mesin no. 7 Kv=0,060 mm;Kh=0,022 mm dari analisa didapatkan bahwa penyimpangan geometri mesin perkakas yaitu pengukuran penyimpangan kesejajaran sumbu spindel dan bed baik secara vertical (Kv) maupun horizontal (Kh) di atas sangat berpengaruh terhadap penyimpangan geometri produk yaitu penyimpangan kesilindrisan dan kebulatan produk.Pada mesin no. 2 rata-rata penyimpangan kebulatan Y1=119 mm ;kesilindrisan Y2=137 mm,
 pada mesin 6 rata-rata peyimpangan kebulatan Y1=0,260 mm dan penyimpangan kesilindrisan Y2=0,316 mm, pada mesin no, 7 rata-rata penyimpangan kebulatan Y2=0,193 mm dan penyimpangan kesilindrisan Y2=0,228mm, semakin besar penyimpangan kesejajaran spindle dan bed secara vertical (Kv) maupun horizontal (Kh) maka semakin besar pula penyimpangan kebulatan (Y1) dan penyimpangan kesilindrisan (Y2)

SIMULASI PENGENDALIAN GERAK ROBOT MOBIL BERPENGGERAK DIFFERENSIAL BERDASARKAN METODE V,W TRACKING CONTROL BERBASIS PROPORTIONAL DERIVATIVE
MOTION CONTROL SIMULATION OF DIFFERENTIALY DRIVEN MOBILE ROBOT BASED ON V,W TRACKING CONTROL METHOD WITH PROPORTIONAL DERIVATIVE

Description:
Robot mobil adalah konstruksi robot yang ciri khasnya mempunyai roda untuk menggerakkan keseluruhan badan robot tersebut, sehingga robot tersebut dapat melakukan perpindahan posisi dari satu titik ke titik yang lain.
 Setiap robot mobil memiliki model dinamik yang berbeda tergantung dari segi pembahasannya. Salah satu tipe mobile robot adalah robot mobil berpenggerak di
erensial(DDMR). Robot mobil ini memiliki masalah pada pelacakan lintasan yaitu masalah kendali gerak robot untuk mengikuti lintasan yang ditentukan.
 Pada tugas akhir ini akan mensimulasikan pengendalian gerak robot mobil yang bersifat nonholonomik dan menganalisa kinerja kendali proportional derivative dalam kondisi dengan atau tanpa gangguan dari luar. Parameter - parameter dari proportional derivative diperoleh dengan cara trial error.