Translate

Sabtu, 20 September 2014


ANALISIS PENGARUH POLA PENGAMBILAN DAN INJEKSI UNTUK MEMPERKECIL DAMPAK TERHADAP PENURUNAN MUKA AIR TANAH MENGGUNAKAN SIMULASI NUMERIK
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-11-11 15:47:47
Oleh : SIMSON MULIA (NIM 22005034), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 9 file

Upaya pemenuhan air baku bagi suatu kawasan industri memerlukan ketersediaan air baku dalam jumlah yang besar. Sumber air yang tersedia selain air tanah adalah air hujan dan air sungai. Pada beberapa wilayah tertentu di Indonesia, air hujan dan air sungai ini ketersediaannya hanyalah pada saat-saat tertentu (musim hujan). Hal ini mengakibatkan sumber utama air baku pada wilayah industri sering kali hanyalah mengandalkan air tanah. Pengambilan air tanah yang berlebihan dapat mengakibatkan penurunan muka air tanah yang melampaui ambang batas pengambilan air tanah yang aman (safe yield).
Penelitian ini merupakan analisis upaya pemanfaatan air hujan dan air permukaan untuk mencegah pengambilan air tanah yang melampaui ambang batas. Upaya ini dilakukan dengan cara mengolah air hujan dan air sungai untuk menggantikan penggunaan air tanah dan menginjeksikan kelebihannya pada lapisan yang diekploitasi. Penelitian ini menggunakan metode simulasi numerik dan menggambil studi kasus di PT. Excel Metal Industry, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Tahapan pertama yang dilakukan dalam metode simulasi numerik adalah membangun model berdasarkan kondisi geologi dan hidrogeologi. Tahap selanjutnya adalah mengkalibrasi muka air tanah hasil simulasi dengan muka air tanah alamiah. Model yang terkalibrasi dengan baik kemudian digunakan untuk memprediksi pengaruh pola pengambilan dan injeksi air tanah terhadap fluktuasi muka air tanah.
Hasil simulasi numerik untuk pemompaan dengan total debit 435 m3/hari sampai tahun 2010 adalah penurunan muka air tanah sebesar 20 meter. Peningkatan debit pemompaan menjadi 735 m3/hari akan mengakibatkan penurunan yang melampaui ambang batas (32 meter). Jika penambahan debit pemompaan tersebut disertai pola subtitusi dan injeksi akan memberikan hasil berupa penurunan maksimum 25 meter di bulan Oktober 2008 dan berubah menjadi 20 meter di bulan Oktober tahun 2009 dan 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar