ANALISIS PENGARUH POLA
PENGAMBILAN DAN INJEKSI UNTUK MEMPERKECIL DAMPAK TERHADAP PENURUNAN MUKA AIR
TANAH MENGGUNAKAN SIMULASI NUMERIK
Master
Theses from JBPTITBPP / 2009-11-11 15:47:47
Oleh : SIMSON MULIA (NIM 22005034), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 9 file
Oleh : SIMSON MULIA (NIM 22005034), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 9 file
Upaya pemenuhan air baku bagi suatu kawasan
industri memerlukan ketersediaan air baku dalam jumlah yang besar. Sumber air
yang tersedia selain air tanah adalah air hujan dan air sungai. Pada beberapa
wilayah tertentu di Indonesia, air hujan dan air sungai ini ketersediaannya
hanyalah pada saat-saat tertentu (musim hujan). Hal ini mengakibatkan sumber
utama air baku pada wilayah industri sering kali hanyalah mengandalkan air
tanah. Pengambilan air tanah yang berlebihan dapat mengakibatkan penurunan muka
air tanah yang melampaui ambang batas pengambilan air tanah yang aman (safe
yield).
Penelitian ini merupakan analisis upaya
pemanfaatan air hujan dan air permukaan untuk mencegah pengambilan air tanah
yang melampaui ambang batas. Upaya ini dilakukan dengan cara mengolah air hujan
dan air sungai untuk menggantikan penggunaan air tanah dan menginjeksikan
kelebihannya pada lapisan yang diekploitasi. Penelitian ini menggunakan metode
simulasi numerik dan menggambil studi kasus di PT. Excel Metal Industry, Desa
Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Tahapan pertama yang dilakukan dalam metode
simulasi numerik adalah membangun model berdasarkan kondisi geologi dan
hidrogeologi. Tahap selanjutnya adalah mengkalibrasi muka air tanah hasil
simulasi dengan muka air tanah alamiah. Model yang terkalibrasi dengan baik
kemudian digunakan untuk memprediksi pengaruh pola pengambilan dan injeksi air
tanah terhadap fluktuasi muka air tanah.
Hasil simulasi numerik untuk pemompaan dengan
total debit 435 m3/hari sampai tahun 2010 adalah penurunan muka air tanah
sebesar 20 meter. Peningkatan debit pemompaan menjadi 735 m3/hari akan
mengakibatkan penurunan yang melampaui ambang batas (32 meter). Jika penambahan
debit pemompaan tersebut disertai pola subtitusi dan injeksi akan memberikan
hasil berupa penurunan maksimum 25 meter di bulan Oktober 2008 dan berubah
menjadi 20 meter di bulan Oktober tahun 2009 dan 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar